Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan (tengah) didampingi oleh Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto (2 kiri) menjual minyak goreng murah pada acara Bazar Minyak Goreng Murah bagi warga Umbulharjo, Yogyakarta, Jumat (11/5). Sebanyak 5.000 liter minyak goreng seharga Rp 9.000,00 per liter yang dijual kepada masyarakat tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng. FOTO ANTARA/Noveradika/pd/12

Berita Terkait
Pekalongan, ANTARA Jateng - PT Sinar Mas Agro Resources dan Technology Tbk (Smart) pada kegiatan bazar minyak goreng di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu sore, mendistribusikan sebanyak 5.000 liter minyak goreng kepada warga setempat.

Direktur Manager PT Sinar Mas, Sulistyanto di Kecamatan Karanganyar, Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa kegiatan bazar minyak goreng ini tidak hanya dilakukan di daerah itu saja, tetapi di Bandung dan direncanakan di Solo.

"Bazar ini bertujuan mengantisipasi gejolak harga minyak goreng sesuai program stabilisasi harga kebutuhan pokok dari pemerintah, khususnya menjelang Ramadhan," katanya.

Menurut dia, kegiatan bazar minyak goreng murah ini juga dalam rangkaian program kepedulian PT Sinar mas menjelang hari jadi perusahaan itu yang ke-75 pada tahun 2013.

"Keberlanjutan usaha kami dibangun berlandaskan harmonisasi aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Tentunya, langkah industrialisasitidak dapat melupakan aspek soaial," katanya.

Ia mengatakan bahwa selama ini PT Sinar Mas Agro Resources dan Tecknology Tbk (Smart) didukung pilar usaha lainnya ikut aktif terlibat pada beberapa kegiatan operasi pasar dan bazar di Jawa dan Sumatera.

"Dari kegiatan itu, pada tahun ini kami telah mendistribusikan puluhan ribu liter minyak goreng. Sedangkan selama 2005 hingga 2010 telah kami salurkan 27,2 liter minyak goreng pada masyarakat," katanya.

Selain memproduksi minyak goreng curah dan industrial, kata dia, produk rafinasi Smart juga dipasarkan dengan berbagai merek dagang, seperti Filma dan Kuncu Mas.

"Pada tahun 2011, Smart yang mengelola lahan perkebunan seluas 138.100 hektare mampu melakukan penjualan produknya senilai Rp31,68 triliun," katanya.

Editor : Mahmudah


Komentar Pembaca
Kirim Komentar
Nama  
Email  
Komentar
  Security Code Masukkan karakter yang terdapat pada gambar